FENOMENA FISIK ALAM DAN MANUSIA
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas Mata Kuliah Pendidikan Konsep IPS yang Diampu oleh: Nurjaman
Nur Septia.A (170641209)
Yasmin (170641164)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
CIREBON
2018
KATA PENGATATAR
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya , sehingga pada akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini di tunjukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Konsep Pendidikan IPS. Makalah ini berjudul tentang “Fenomena Alam dan Manusia” yang didalamnya membahas tentang pengertian manusia, proses endogenik dan eksogenik, hubungan manusia dengan alam, peranmanusia dalam kehidupan dan sebaganya.
Terima kasih kami sampaikan kepada:
1. Nurjaman, M.Pd.i selaku dosen pengampu mata kuliah Konsep Pendidikan IPS
2. Kosma SD17-A5
3. Teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf apabila ada perkataan dari makalah ini yang tidak di mengerti.
Akhir kata semoga laporan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca yang berminat pada umumnya.
Cirebon, 20 April 2018
Penulis
BAB 1 PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permukaan bumi tempat hidup berbagai makhluk hidup. Menurut ilmu lingkungan, permukaan bumi adalah ekosistem yang sangant luas dan dapat dibedakan atas sejumlah ekosistem yang lebih kecil. Di dalam ekosistem terdapat interaksi antar makhluk hidup dengan alam lingkunagnnya. Ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan interaksi tersebut dikenal dengan istilah ekologi.
Istilah ekologi pada awalnyadiperkenalkan oleh salah seorang ahli biologi jerman, yang bernama Ernest Haekel, ekologi berasal dari kata oikos yang artinya rumah tangga dan logos yang berarti pengetahuan, jadi ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan timbal balik yang dinamis antara makhluk hidup dengan rumah tangga atau lingkungannya.
Di dalam ekosistem terdapat unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi diantaranya adalah manusia, unsur alam hayati, unsur alam nom hayati dan sumber daya buatan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah inin adalah sebagai berikukt :
C. Tujuan Makalah
Sedangkan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut Selain untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada kami dalam mata kuliah Konsep Dasar IPS, makalah ini dibuat dengan tujuan yaitu :
BAB II PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Fenomena Fisik (Lingkungan Alam)
Permukaan bumi merupakan tempat hidup berbagai makhluk hidup. Menurut ilmu lingkungan, permukaan bumi adalah ekosistem yang sangat luas dan dapat dibedakan atas sejumlah ekosistem yang lebih kecil. Di dalam ekosistem terdapat interaksi antara makhluk hidup dengan alam lingkungannya. Ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan interaksi tersebut dikenal dengan istilah ekologi. Istilah ekologi, pada awalnya diperkenalkan oleh salah seorang ahli biologi Jerman, yang bernama Ernest Haekel. Menurut haekel, ekologi berasal dari kata oikos yang artinya rumah tangga dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi ekologi, adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan timbal balik yang dinamis antara makhluk hidup dengan rumah tangga atau lingkungannya.
Terdapat lima konsep dasar yang dapat membantu menjelaskan bagaimana interaksi dan pengaruh dari proses-proses fisik di permukaan bumi. Konsep-konsep tersebut dikenal sebagai sistem, batas, daya, keseimbangan alam, dan keadaan permukaan bumi. Yang dimaksud dengan sistem disini adalah sekumpulan unsure-unsur yang berhubungan secara saling menguntungkan sehingga mereka saling mempengaruhi sebagai suatu kesatuan secara keseluruhan. Misalnya dalam siklus Hidrologi (sistem perputaran masa air dipermukaan bumi)
Beberapa wilayah keadaannya tinggi, rendah, datar bergelombang, berbukit-bukit dan bergungung-gunung. Perbedaan permukaan bumi ini dinamakan relief muka bumi. Di daratan relief muka bumi yang kita kenal antara lain sebagai dataran rendah, dataran tinggi, lembah, lereng, bukit dan pegunungan. Sementara di dasar samudera kita mengenal antara lain paparan benua, paparan laut, pegunungan laut dan lubuk laut.
Bentang alam di permukaan bumi ini dipengaruhi oleh empat unsure pokok yang saling berkaitan. Keempat unsure tersebut adalah sebagai berikut:
1. Gejala litosfer, yaitu kekuatan yang ditimbulkan oleh pembentukan tinggi rendahnya permukaan bumi seperti dataran, perbukitan, daerah bergelombang dan lembah sungai berteras.
2. Gejala atmosfer yaitu kekuatan yang ditimbulkan oleh udara yang menyelubungi permukaan bumi, suhu udara, kecepatan angina, curah hujan dan iklim.
3. Gejala Hidrosfer adalah kekuatan yang ditimbulkan oleh mata air yang ada dipermukaan bumi seperti sungai dengan cabang-cabangnya, danau-danau, dan lautan.
4. Gejala Biosfer adalah kekuatan yang ditimbulkan oleh makhluk hidup berupa Flora, Fauna, dan Manusia
Bentukan-Bentukan di daratan maupun di dasar lautan disebabkan oleh tenaga pembentukkan permukaan bumi yang dikenal sebagai tenaga geologi. Tenaga geologi ini ada yang bersal dari dalam bumi yang disebut dengan Proses endogenik dan tenaga yang berasal dari Luar bumi disebut Proses Eksogenik. Proses-proses endogenik yang berupa gerakan antara lain dibedakan antara vulkanisme, tektonisme dan gempa.
D. Proses Endogenik dan Eksogenik
1. Proses Endogenik
Proses endogenik merupakan proses pembentukan bentang alam yang disebabkan tenaga dari dalam kulit bumi. Tenaga endogenik dengan arah vertikal mengakibatkan tonjolan permukaan bumi berupa kubah, sedangkan tenaga endogenik yang arahnya lateral atau horizontal mengakibatkan lipatan-lipatan di bumi, retakan-retakan bahkan patahan.
a) Vulkanisme
Vulkanisme yaitu proses naik dan munculnya magma ke permukaan bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer. Jika magma hanya menyusup sebatas kulit bumi bagian dalam atau tidak sampai keluar dinamakan intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Dalam proses ini terjadi pendinginan magma yang akan membentuk batuan
Magma adalah bahan silikat pijar dalam wujud padatan, cairan dan gas, yang berada di dalam kerak bumi. Erupsi adalah suatu prose keluarnya magma ke permukaan Bumi, baik retakan-retakan pada badan Gunung api ataupun dengan cara mendesak tubuh gunung api, sehingga menghancurkan sebagian badan gunung api tersebut.
b) Tektonisme
Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertical. Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerah, tektonisme dibedakan atas epirogenesa dan orogenesa.
c) Gempa
Gempa adalah getaran yang dirasakan di permukaan bumi yang berasal dari dalam lapisan bumi. Pusat gempa di dalam bumi disebut Hiposentrum sedangkan pusat gempa di permukaan bumi tepat di atas hiposentrum disebut Episentrum. Gempa dapat digolongkan menjadi bermacam-macam, yaitu menurut terjadinya, menurut dalamnya hiposentrum dan menurut Intensitasnya. Menurut terjadinya gempa dapat dibagi tiga yaitu :
1) Gempa Tektonik, adalah gempa yang disebabkan oleh adanya dislokasi atau pergeseran lapisan batuan yang panjang di Bumi.
2) Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi
3) Gempa Runtuhan (guguran) adalah gempa yang di sebakan dengan runtuhnya tanah atau dinding gua. Gempa ini biasanya terjadi pada daerah pertambangan.
Berdasarkan letak episentrumnya, gempa dapat dibedakan menjadi gempa daratan (episentrum terletak di darat) dan gempa lautan (episentrum terletak di laut). Seismograf merupakan alat pencatat getaran gempa. Ada dua macam seismograf yaitu seismograf Horizontal dan Seismograf Vertikal. Seismograf Horozontal adalah seismograf yang mencatat getaran gelombang seismic dengan arah mendatar. Seismograf Vertikal adalah seismograf yang mencatat getaran gelombang seismic dengan arah tegak (vertikal). Skala Richter lebih dikenal secara umum untuk menentukan kekuatan suatu gempa.
2. Proses Eksogenik
Tenaga geologi lainnya yang mengakibatkan bentukan-bentukaan alam di permukaam bumi adalah proses eksogenik (tenaga asal luar permukaan bumi). Secara umum proses eksogenik ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Pelapukan
Pelapukan adalah proses penghancuran massa bantuan baik secara fisika, kimiawi dan biologis. Dilihat dari prosesnya pelapukkan di kelompokkan atas :
1) Pelapukan mekanik yaitu suatu proses pelapukan batuan tanpa mengubah struktur kimiawi batuan tersebut, tetapi merupakan penghancuran bongkah bagian-bagian yang lebih kecil
2) Pembekuan air menjadi kristal-kristal es pada celah batuan
3) Pelapukan biologis adalah proses pelapukan akibat kegiatan organisme atau makhluk hidup.
4) Pelapukan kimiawi atau dekomposisi adalah proses pelapukan massa batuan disertai perubahan struktur kimiawi batuan yang terlapukan
b. Erosi
Erosi adalah suatu proses pelepasan dan pemindahan massa batuan (termasuk tanah) secara alamiah dari suatu tempat ke tempat lainnya oleh zat pengangkut yang bergerak dipermukaan bumi. Dari pengertian itu ada tiga proses utama dalam erosi yaitu :
1) Pelepasan massa batuan atau tanah dari induknya sering disebut dengan pengikisan
2) Proses pengangkutan massa batuan atau tanah hasil pengikisan di suatu tempat disebut pengendapan atau sedimentasi
Berdasarkan kecapatan proses erosi dibedakan atas erosi geologi dan erosi yang dipercepat (erosi tanah). Erosi geologi adalah suatu bentuk erosi dimana proses penghancuran tanah relatif seimbang dengan proses pembentukkannya. Berdasarkan zat pelarutnya, erosi dapat dibagi menjadi:
a) Erosi Air
Pelaku proses pengikisan dalam hal ini adalah air yang mengalir, baik di dalam tanah (ir tanah), di sungai-sungai, ataupun air yang mengalir dipermukaan tanah setelah terjadi hujan. Erosi air terbagi atas :
(1) Erosi Percikan
Erosi percikan yaitu proses pengikisan tanah yang terjadi akibat percikan air hujan yang membentuk tanah.
(2) Erosi Lembar
Pada erosi ini lapisan tanah yang paling atas hilang terkikis, sehingga kesuburan tanah di daerah ini sangat berkurang
(3) Erosi Alur
Ciri-ciri yang diamati sebagai tanda terjadinya proses erosi alur antara lain: pengikisan yang membentuk alur-alur yang amat jelas serta bentuk alur relatif lurus di daerah-daerah berlereng dan berkelok-kelok
(4) Erosi Parit
Tingkat erosi yang paling tinggi yang disebabkan oleh air adalah erosi parit. Ciri-cirinya adalah pada lereng-lereng yang terkena proses ini akan terbentuk parit-parit yang cukup dalam yang berbentuk seperti huruf U atau V
a) Erosi angin
Proses pengikisan batuan atau tanah oleh angin disebut deflasi. Erosi angin terjadi di daerah-daerah Gurun. Angin kencang yang banyak mengandung kerikil dan pasir, jika melintas bongkahan-bongkahan batuan tersebut seolah-olah digosok dan dipoles oleh kerikil dan pasir yang terkandung dalam angina, sehingga sedikit demi sedikit batuan tersebut terkikis.
c) Erosi Gletsyer
Erosi Gletser disebut erosi glacial. Gletsyer adalah massa es yang bergerak. Gletsyet terdapat di daerah kutub-kutub dan pegunungan tinggi yang puncaknya selalu tertutup es seperti pegunungan Himalaya dan Alpina
d) Erosi Oleh Air Laut
Proses erosi terjadi karena gelombang dan arus laut dinamakan abrasi atau erosi air laut. Energi gelombang laut yang bergerak kea rah pantai, maupun mengikis bahkan memecahkan batu-batu karang yang ada di pantai
e) Masswasting
Masswasting adalah pemindahan massa batuan atau tanah berat. Proses terjadinya masswasting hamper sama dengan proses erosi, yaitu melalui tahap pelepasan masa batuan atau tanah dari batuan induknya, pemindahan batuan yang terkikis, dan pengendapan batuan tersebut di suatu tempat (sedimentasi)
E. Pengertian Manusia dan Lingkungan
1. Manusia
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, pertumbuhan, perkembangan dan mati dst serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbale balik baik itu positif atau negatif. Manusia merupakan makhluk yang sempurna di antara makhluk lainnya. Manusia memiliki akal yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaituhewan dan tumbuhan. Akal diberikan untuk berfikir berdasarkan insting dan naluri. Manusia juga merupakan makhluk sosial, mereka tidak bisa melakukan suatu hal atau mengerjakan sesuatu secara sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk individu dan mahluk sosial.
a. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam bahasa Inggris in mengandung arti tidak sedangkan devided artinya terbagi. Jadi, individu artinya tidak terbagi atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu yaitu individium yang memiliki arti tidak terbagi. Jadi merupka suatu sebutan yang dapat dinyatakan sebagai suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsure rohani dan jasmani, unsur fisik dan psikis, jiwa dan raga. Setiap manusia memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, tidak ada manusia yang sama persis. Faktor lingkungan berpengaruh dalam pembentukan karakteristrik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan sosial. Lingkungan fisik seperti lingkugan alam sekitar. Lingkungan sosial merujuk pada lingkungan dimana seseorang melakukan interaksi sosial. Kita dapat melakukan interaksi sosial dengan keluarga, teman, bahkan masyarakat yang lebih luas.
Kepribadian adalah perilaku seseorang yang dihasilkan dari proses interaksi sosial yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologinya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.
b. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makluk yang hidup dalam masyarakat. Selain itu manusia telah diberikan akal pikiran oleh Yang Maha Kuasa yang dapat dikembangkan. Dalam hubungannya sebagai makhluk sosial adalah manusia selalu hidup berdampingan dengan orang lain. Dapat dikatakan manusia hidup sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu :
1) Manusia tunduk pada normas sosial.
2) Perilaku manusia mengharapkan penilaian dari orang lain.
3) Manusia memiliki kebutuhan berinteraksi dengan orang lain.
4) Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup ditengah-tengah manusia.
c. Manusia Sebagai Makhluk Susila
Aspek kehidupan susila adalah aspek ketiga setelah individu dan sosial. Manusia dapat menetapkan tingkah laku yang baik dan buruk karena hanya manusia yang dapat menghayati norma-norma dalam kehidupannya. Kehidupan manusia yang tidak dapat lepas dari orang lain, membuat orang harus memiliki aturan norma-norma. Aturan-aturan tersebut dibuat untuk menjadikan manusia lebih beradab. Manusia yang lebih mengahargai nilai moral akan membawa mereka menjadi lebih baik.
Melalui pendidikan mampu menciptakan manusia yang bersusila karena hanya dengan pendidikan kita dapat memanusiakan manusia. Dengan demikian, kelangsungan hidup masyarakat tersebut sangat tergantung pada tepat tidaknya suatu pendidikan mendidik manusia mentaati nilai, norma dan aturan, serta kaidah dalam masyarakat.
d. Manusia Sebagai Makhluk Religius
Manusia diciptakan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Melalui kesempurnaan itu manusia dapat berpikir, betindak, berusaha, dan menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia memiliki kekurangan dan keterbatasan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh system kehidupan di muka bumi.
Dalam kehidupannya, manusia tidak bisa meninggalkan unsur Ketuhanan.
Manusia selalu ingin mencari sesuatu yang sempurna. Dan suatu yang sempurna itu adalah Tuhan. Hal tersebut merupakan fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Tuhan.
2. Lingkungan
Lingkungan adalah tempat dimana seseorang tumbuh dimana meliputi unsure-unsur penting seperti tanah, air, dan udara. Lingkungan sendiri memiliki arti penting dalam kehidupan makhluk hidup, misalnya lingkungan hutan dimana hewan dan tumbuhan dapat hidup dengan bebas untuk mencari makan.
Selain itu ada lingkungan perkotaan dimana unsur bangunan sangat kental di dalamnya. Saat lingkungan rusak dan ekosistem hancur maka keseimbangan antara kehidupan dan dengan kehidupan lainnya akan berubah, hal ini memberikan dampak negatif bagi setiap makhluk yang ada di sekitarnya. Contoh nyata dari lingkungan yang telah rusak adalah perkotaan, dimana sungai sebgai unsur air dan unsure kehidupan telah tercemar sehingga mengakibatkan matinya kehidupan di air. Ikan yang semula bisa bertahan hidup di air yang jernih ini tidak bisa dijumpai lagi karena lingkungan tempatnya hidup sudah tidak mendukung untuk kelangsungannya, selain itu hancurnya lingkungan berdampak juga bagi kehidupan manusia dengan berkurangnya sumber air bersih. Untuk mencegahnya maka perlu segera dilakukannya tindakan prefentif agar dampaknya tidak berlarut larut.
Lingkungan pada umunya sudah ditentukan oleh sang pencipta seperti ini namun sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk menjaga dan melestarikanya,Dalam tahapan perkembangan teknologi dan informasi semoga masalah mengenai hancurnya lingkungan tempat kita tinggal bisa segera diatasi, dan juga semoga para pemimpin kita diberikan kesadaran akan pentingnya tempat kita hidup daripada hanya memikirkan uang.
F. Hubungan Manusia dengan Lingkungan
Manusia sebagaimana makhluk lainnya memiliki keterkaitan dan ketergantungan terhadap lingkungannya. Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya dukungan dari lingkungannya. Relasi manusia dengan lingkungannya merupakan suatu hubungan yang saling timbale balik karena manusia hidup di lingkungan alam dan lingkungan alam membutuhkan manusia untuk pelestariannya. Dalam kaitannya dengan hubungan manusia dengan lingkungannya, terdapat beberapa paham yang menjelaskan hakekat hubungan keduanya, yaitu:
1. Paham Determinisme
Paham determinisme memberikan penjelasan bahwa manusia dan perilakunya ditentukan oleh alam. Charles Darwin (1809) menurutnya, makhluk secara berkesinambungan mengalami perkembangan dan dalam proses perkembangan tersebut terjadi seleksi alam. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan mampubertahan dan lolos dari seleksi alam. Dalam hal ini alam berperan sangat menentukan.
Frederich Ratzel (1844-1904) menurutnya, manusia dan kehidupannya sangat bergantung pada alam, demikian halnya dengan mobilitasnya yang tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam di permukaan bumi. Elsworth Huntington mengungkapkan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan kebudayaan manusia. Keberagaman iklim tersebut menciptakan sebuah kebudayaan yang berbeda.
2. Paham Posibilisme
Paham ini memberikan penjelasan mengenai bahwa kondisi alam bukanlah faktor yang menentukan, melainkan factor pengontrol yang memberikan kemungkinan dapat mempengaruhi kegiatan dan kebudayaan manusia. Jadi, menurut paham ini alam tidak berperan menentukan tapi hanya sebagai pemberi peluang. Dan manusia itu sendiri yang berhak menentukan peluang-peluang yang diberikan alam. Ilmuwan yang menganut paham ini salah satunya adalah Paul Vidal menurutnya, faktor yang menentukan itu bukan alam melainkan proses produksi yang dipilih manusia yang berasal dari kemungkinan yang diberikan alam, misalnya iklim, tanah, dan ruang di suatu wilayah. Dalam hal ini, manusia tidak lagi bersikap pasif ataupun pasrah dalam menerima apapun yang diberikan oleh alam seperti yang diyakini paham determinisme ini tetapi aktif dalam pemanfaatannya.
3. Paham Optimisme Teknologi
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia memanfaatkan dan mengembangkan ilmu teknologi . sebagian rahasia alam terungkap dan teknologi untuk mengekploitasinya terus berkembang. Bahkan dengan kemajuan teknologi saat ini, teknologi menjadi segala-galanya. Mereka sangat optimis apabila teknologi berkembang dapat menjamin kebutuhan hidup manusia. Teknologi bukan lagi menjadi alternative melainkan menjadi sebuah keyakinan yang dapat menjamin hidup manusia. Bahkan lebih mengarah kepada ketergantungan teknologi dan mempertahankan teknologi.
Dari paham-paham yang telah dipaparkan, masing-masing memiliki komponen-komponen kebenarannya. Sebagian aktivitas manusia sangat ditentukan oleh alam, terutama memanfaatkan alam secara langsung seperti pertanian. Aktivitas tersebut sangat ditentukan oleh alam seperti kondisi cuacanya bagaimana, walaupun dalam perembangannya manusia mulai menggunakan teknlogi untuk mengaturnya. Hal ini merupakan bukti paham determinisme lingkungan. Namun demikian, seiring dnegan kemajuan peradaban manusia banyak melakukan rekayasa untuk mengoptimalkan alam. Karena itu, paham posibilis dan optimisme teknologi semakin menunjukan kenyataan.
G. Peran Manusia dalam Lingkungan
Manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya dan merupakan makhluk yang paling sempurna dalam penciptaan-Nya oleh karenanya manusia memiliki akal budi dan dengan akal budi tersebut memungkinkan adanya sebuah kebudayaan. Lingkungan dapat dibagi menjadi :
1. Lingkungan biotik.
2. Lingkungan abiotik.
3. Lingkungan buatan.
Walaupun hubungan antara manusia dan alam lingkungannya sangat erat,tetapi para ahli berbeda pendapat terhadap pola hubungan tersebut.Satu pihak ada yang berpendapat bahwa perilaku manusia sangat di tentukan oleh pengaruh alam lingkungannya,tetapi pihak lain sebaliknya yaitu justru manusia sangat dominan dalam mempengaruhi atau merubah keadaan alam.
Carl Ritter seorang ilmuwan geografi yang menamakan aliran fisis determinis.Ia menyatakan bahwa manusia adalah cermin dari keadaan buminya.Segala hal yang menyangkut hidup manusia ditentukan oleh alam.Hasil karyanya adalah Die Ernkunde suatu deskripsi regional dari seluruh dunia. Manusia sebagai objek sekaligus subjek dan lingkungan karena manusia hidup dan berkembang pada lingkungannya masing-masing, mengolah sumber daya yang ada dan memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan. Berbeda dengan makhluk lainnya, bukan dalam hal memnuhi kehidupannya tetapi berbeda dengan bagaimana perilaku manusia dalam memnafaatkan kebutuhan hidup. Misalnya berbeda dengan hewan, manusia membutuhkan makan dan minum, tempat tinggal yang layak serta pendidikan dan manusia butuh berfilsafat tentang hakikat dirinya sebagai pribadi dalam hubungannya dengan orang lain. Serta memiliki hubungan dengan Tuhannya dalam ajaran agama. Manusia merupakan komponen biotic lingkungan yang memiliki kemampuan berpikir dan bernalar tinggi. Selain itu juga manusia memiliki kemampuan budaya, pranata sosial, pengetahuan serta teknologi yang semakin berkembang hingga saat ini. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada juga yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang dapat menguntungkan bagi lingkungannya karena dapat menjaga dan melestarikan lingkungannya dnegan baik. Peranan positif yang dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Memanfaatkan SDA secara tepat dan bijaksana.
2. Mengadakan penghijauan dan reboisasi.
3. Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah.
4. Membuat system pertanian tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah dan membuat sengkedan atau teras sering untuk mencegah erosi.
5. Membuat peraturan untuk melindungi dan menjaga lingkungan.
Perananan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung karena ulah manusia dalam memnuhi kehidupannya. Contoh peranan negatif karena ulah manusia adalah :
1. Melakukan eksploitasi SDA secara berlebihan.
2. Punah atau turunnya populasi biota.
3. Menebang pohon secara liar dan pembalakan hutan.
4. Membuang limbah secara sembarangan yang mengakibatkan tercemarnya lingkungan.
5. Melakukan pembakaran hutan.
6. Membuang sampah sembarangan.
7. Menangkap ikan dengan menggunakan bom.
H. Fenomena Manusia (Lingkungan Sosial)
1. Pengertian Kepribadian
Secara sederhana istilah kepribadian adalah karakteristrik perilaku individu. Setiap individu memiliki karakter yang unik yang dapat membedakan anatara satu individu dengan individu lainnya. Berikut pengertian kepribadian menurut beberapa ahli:
a. Theodore R. Newcombe, menerangkan bahwa kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap individu.
b. Roucek dan Waren, menegaskan bahwa kepribadian merupakan organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari terbentuknya individu.
c. Yinger, berpendapat bahwa kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seseorang dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan keadaan tertentu.
d. Koentjaraningrat, berpendapat bahwa kepribadian adalah cirri-ciri watak yang diperlihatkan secara konsisten dan konsekuen sehingga individu memiliki suatu identitas yang khas dan berbeda dari orang lain. Dari beberapa pendapat yang dikatakan para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa kepribadian adalah integrasi kecenderungan dari seseorang untuk berperasaan, bersikap, bertindak, dan berprilaku sosial. Dengan demikian, kepribadian memberikan watak yang khas bagi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian bukanlah suatu perilaku tetapi kepribadianlah yang membentuk perilaku manusia, sehingga dapat dilihat dari cara berpikir, berbicara, dan berperilaku. Contohnya jiak seseorang harus menyelasaikan perselisihan diantara dua orang. Keinginannya untuk menyelesaikan perselisihan adalah kepribadiannya. Adapun tindakannya untuk mewujudkan keinginan tersebut merupakan perilakunya. Kepribadian mencakup sikap dan sifat seseorang yang khas dan berkembang apabila berhubungan dengan orang lain.
Hubungan Kebudayaan dan Kepribadian
Ada kalanya seseorang dapat berperilaku “membabi buta” yaitu perilaku manusia yang didasarkan pada naluri, dorongan-dorongan, refleks, atau kelakuan manusia yang tidak lagi dipengaruhi dan ditentukan oleh akal dan jiwanya. Unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan perilaku tiap individu. Susunan kepribadian meliputi:
a. Pengetahuan
Pengetahuan individu terisi fantasi, pemahaman dan konsep yang lahir dari pengamatan dan pengalaman mengenai bermacam-macam hal yang berbeda dengan lingkungan individu tersebut. Semua itu direkam dalam otak dan diungkapkan dalam bentuk perilaku.
b. Perasaan
Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negative terhadap sesuatu. Bentuk penilaiannya selalu bersifat subjektif karena lebih didasarkan pada pertimbangan manusiawi daripada rasional. Perasaan mengisi penuh kesadaran manusia tiap saat dalam hidupnya.
c. Dorongan Naluri
Dorongan naluri adalah kemauan yang sudah merupakan naluri pada setiap manusia. Setidaknya ada enam macam dorongan naluri, yakni:
1) Dorongan untuk mempertahankan hidup.
2) Dorongan untuk berinteraksi.
3) Dorongan untuk meniru.
4) Dorongan untuk berbakti.
5) Dorongan seksual.
6) Dorongan akan keindahan.
2. Proses Terbentuknya Kepribadian
Pada uraian sebelumnya, dikatakan bahwa kepribadian merupakan bentuk sosialisasi. Proses pembentukan kepribadian melalui sosialisai adalah sebagai berikut:
a. Sosialisasi yang dilakukan sengaja melalui pendidikan dan pengajaran.
b. Sosialisasi yang dilakukan tanpa sengaja melalui proses interaksi sosial sehari-hari dalam lingkungannya.
Proses sosialisasi tersebut berlangsung sepanjang hidup manusia mulai dari hari lahir sampai tua mulai dari lingkungan keluarga, kelompok, sampai masyarakat yang lebih luas, melalui proses inilah manusia belajar menghayati, meresapi, kemudia menginternalisasi berbagai nilai, norma, pola tingkah laku sosial ke dalam mentalnya. Dari proses tersebut seseorang memiliki kecenderungan untuk berperilaku melalui pola-pola tertentu yang memeberikan waak yang khas bagi seseorang dan terbentuklah kepribadian.
Pengalaman sosialisasi yang dilakukan masing-masing individu bisa saja berbeda. Kepribadian yang tumbuh pada masing-masing tidak akan mungkin sepenuhnya sama. Oleh karena itu, seseorang dapat melihat keragaman kepribadian yang ditampilkannya dalam kehidupan seharai-hari. Misalnya ada pibadi yang memiliki sifat penyabar, ramah, pemarah, egois atau rendah diri. Semuanya itu bergantung pada penyerapan dan pemahaman serta penghayatan nilan dan norma yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Adanya perbedaan kepribadian tiap individu sangatlah bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya.
a. Faktor Biologis
Beberapa pendapat mengatakan bahwa bawaan biolgis berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Semua manusia yang normal dan sehat memiliki persamaan biologis tertentu seperti memiliki dua tnagan, dua kaki, dua telinga, mata, dsb. Persamaan biologis ini menjelaskan beberapa kesamaan dalam kepribadian semua orang. Namun setiap warisan biologis seseorang bersifat unik. Artinya, tidak seorang pun yang mempunyai karakteristik fisik yang sama, seperti ukuran tubuh, kekuatan fisik, atau kecantikan bahkan anak kembar sekalipun terdapat karakter yang berbeda dalam dirinya.
Perlu dipahami bahwa faktor biologis yang dimaksudkan dapat membentuk kepribadian seseorang adalah faktor fisiknya dan bukan warisan genetic. Kepribadian seorang anak bisa saja berbeda dengan orangtua kandungnya bergantung pada pengalaman sosialnya.
b. Faktor Geografis
Faktor Lingkungan menjadi sangat dominan dalam memengaruhi kepribadian
seseorang. Faktor geografis yang dimaksud adalah keadaan lingkungan fisik (iklim, topografi, sumber daya alam) dan lingkungan sosialnya. Keadaan lingkungan fisik atau lingkungan sosial tertentu memengaruhi kepribadian individu atau kelompok karena manusia harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
c. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap perilaku dan kepribadian
seseorang, terutama unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung memengaruhi kepribadian individu. Kebudayaan dapat menjadi pedoman hidup manusia dan alat-alat utnuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, unsur-unsur kebudayaan yang berkembang di masyarakat dipelajari oelh individu agar menjadi bagian dari dirinya dan dapat bertahan hidup.
d. Faktor Pengalaman Kelompok
1) Kelompok Acuan
Sepanjang hidup seseorang, kelompok-kelompok tertentu dijadikan model yang penting bagi gagasan atau norma-norma perilaku. Dalam hal ini, pembentukan kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh pola hubungan dengan kelompok refrensinya.
2) Kelompok Majemuk
Kelompok majemuk menunjuk pada kenyataan masyarakat yang lebih beraneka ragam. Dengan kata lain, masyarakat majemuk memiliki kelompok-kelompok dengan budaya dan ukuran moral yang berbeda-beda.
e. Faktor Pengalaman Unik
Kepribadian itu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya karena pengalaman yang dialami seseorang itu unik dan tidak satu pun mengalami hal yang sama.
BAB III PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Permukaan bumi merupakan tempat hidup berbagai makhluk hidup. Bentang alam di permukaan bumi ini dipengaruhi oleh empat unsure pokok yang saling berkaitan. Proses endogenik merupakan proses pembentukan bentang alam yang disebabkan tenaga dari dalam kulit bumi. Tenaga geologi lainnya yang mengakibatkan bentukan-bentukaan alam di permukaam bumi adalah proses eksogenik (tenaga asal luar permukaan bumi). Manusia merupakan makhluk yang sempurna di antara makhluk lainnya. Manusia memiliki akal yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaituhewan dan tumbuhan. Manusia sebagaimana makhluk lainnya memiliki keterkaitan dan ketergantungan terhadap lingkungannya. Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya dukungan dari lingkungannya
B. Saran
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembaca dalam hal gejala sosial. Penulis harap pembaca dapat memahami dan menguasai isi dari makalahi ini agar dapat mengamalkan kembali ilmunya kepada anak didik kita kelak.
DAFTAR PUSTAKA
Waluya, Bagja. 2009. Sosiologi Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
N, Siasahan. 2004. Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. Jakarta : Erlangga
Abdurachim , I .1986.Geografi Latar Belakang Pemikiran dan Metode. Bandung : Penerbit Bina Budhaya
Hadisurmarno.1987. Metode Analisa Geografi. Jakarta : LP3ES
Bintarto. 1987. Urbanisasi dan permasalahannya.Jakarta : Ghalia Indonesia
Keraf, Sony.2010. Etika Lingkungan Hidup. Jakarta : Buku Kompas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar